Sarang Walet alami memiliki aroma telur. Aroma ini adalah protein larut air yang berharga yang ditemukan di sarang walet alami (bau albumin). Sedangkan sarang walet yang diproses secara kimiawi memancarkan bau yang tidak enak karena residu bahan kimia yang digunakan. Bau ini tidak dapat dihilangkan walaupun sudah dicuci berkali-kali.

Sarang Walet alami dapat diidentifikasi dari warnanya. Hindari memilih sarang burung olahan yang sangat putih, kadang-kadang putih seperti kapur. Ini adalah sarang walet yang menggunakan pemutih. Sarang alami memiliki warna putih kekuningan. Tergantung pada daerah mana asalnya, ada yang sangat kuning atau bahkan abu-abu putih. Musim tertentu, pada waktu burung walet sedang mengerami telurnya, sarang walet yang dihasilkan mengandung banyak sekali bulu-bulu yang terlepas, bulu-bulu itu terkadang begitu banyak sehingga sarang walet seluruhnya hampir berwarna hitam.

harga waletAda beberapa bentuk sarang burung  di pasar. Yang sempurna atau yang biasa dikenal sebagai bentuk “mangkuk”, oval, segitiga, patahan dan hancuran. Tergantung pada keahlian panen, sarang walet yang sempurna dapat pecah menjadi beberapa bagian patahan jika tidak hati-hati dipanen. Semakin besar mangkok sarang walet semakin mahal harganya. Di pasaran, sarang walet berbentuk “mangkuk”  diklasifikasikan lagi menjadi 2 ukuran, 3 jari lebar atau yang lebih kecil ukuran 2.5 dan 2 jari lebar. Harga sarang walet tergantung pada bentuknya, dari 3 jari yang paling mahal sampai ke hancuran yang paling murah.

Perhatikan bagian bawah sarang burung juga. Sarang dengan “perut” bawah berat/tebal kurang berharga karena bagian “mangkuk” dari sarang walet yang berharga. Sayangnya beberapa pabrik pengolahan akan menambah berat sarang dengan menempelkan hancuran di bagian bawah perut untuk menambah beratnya. Sarang walet diperdagangkan berdasarkan beratnya. Dengan menambahkan hancuran sarang walet yang lebih murah untuk menambah berat, seseorang dapat menjual dengan harga “mangkuk” yang lebih mahal.

“Kaki” dari sarang burung juga penting. Makin besar “kaki”, makin berat sarang. Umumnya konsumen tidak suka kaki sarang walet yang terlalu tebal/besar karena setelah dimasak masih tetap keras dan kenyal. Umumnya sarang walet tebal juga memiliki “kaki” besar karena semakin lama usia sarang walet waktu dipanen.

Bila direndam dalam air, sarang walet berkualitas baik akan mengembang 7x-8x dari berat aslinya. Secara umum, semakin besar dan tebal sarang walet, kapasitas pengembangannya jadi lebih besar. Namun sarang walet yang diproses secara kimiawi/menggunakan pemutih, tidak dapat mengembang dan menyerap air dengan baik. Selain itu saat dimasak sebagai sup, sarang walet yang menggunakan pemutih cenderung “menghilang” seperti terlarutkan dalam air. Sarang walet yang  diproses secara alami akan mengembang dan tetap seperti gelatin dalam sup.

Comments
  1. Mr WordPress says:

    Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s